Topik :
Aliran Utilitarianisme (3 November 2010)
Substansi :
Aliran ini sebenarnya merupakan bagian dari Positivisme, karena aspek empirisnya sangat jelas terlihat. Menurut aliran ini, hukum yang baik adalah hukum yang memberikan kemanfaatan. Moralitas Utilitarianisme ini mengutamakan kepentingan orang banyak di atas kepentingan pribadinya sendiri. Jadi, yang dilihat di sini adalah akibat (konsekuensi) yang ditimbulkan dari suatu perbuatan, bukanlah niat untuk melakukan perbuatan tersebut.
Moralitas pada Utilitarianisme perlu dibedakan dengan Egoisme ataupun Altruisme. Pada Egoisme, kebahagiaan terbesar hanya diperuntukkan untuk dirinya sendiri. Pada Altruisme, kebahagiaan terbesar diperuntukkan untuk semua orang, kecuali dirinya sendiri. Jadi, dapat dikatakan ada pengorbanan terhadap dirinya sendiri. Sedangkan pada Utilitarianisme, kebahagiaan ditujukan untuk semua orang, termasuk dirinya sendiri. Tokoh terkenal dari aliran ini adalah Jeremy Bentham. Bentham memberikan 3 asumsi yang penting untuk pandangan ini, yaitu :
- Orang tidak boleh berbuat segala sesuatu yang bertentangan dengan kesenangan (pleasure)
- Tindakan yang baik adalah jika menambah kesenangan
Di dalam penelitian yang lebih lanjut, Bentham mengemukakan apa yang dinamakan "Kalkulus Utilitas". Di sini dinyatakan bahwa Pleasure lebih mudah diukur daripada Happiness. Akan tetapi hal ini pun masih menjadi perdebatan. Sebagai contoh : "Seberapa lamakah Pleasure itu dapat berlangsung?"
Refleksi :
Utilitarianisme sebenarnya masih merupakan bagian dari Positivisme. Akan tetapi, tetap saja terdapat perbedaan di antara keduanya. Utilitarianisme lebih diterapkan untuk kasus yang memiliki jangka waktu relatif pendek, tetapi untuk kasus yang complicated (rumit). Sedangkan Positivisme jangka waktunya lebih panjang, untuk kasus-kasus yang lebih jelas untuk dipecahkan. Selain itu, meskipun "Kalkulus Utilitas", Bentham menyatakan bahwa Pleasure lebih mudah diukur daripada Happiness, tetap saja sulit untuk diukur secara tepat.
Diskusi :
Apakah prinsip The greatest happiness of the greatest number merupakan prinsip yang terbaik, sedangkan ada pepatah yang mengatakan bahwa "Yang Terbanyak, Belum Tentu Yang Terbaik Bagi Semuanya" ?
Refleksi :
Utilitarianisme sebenarnya masih merupakan bagian dari Positivisme. Akan tetapi, tetap saja terdapat perbedaan di antara keduanya. Utilitarianisme lebih diterapkan untuk kasus yang memiliki jangka waktu relatif pendek, tetapi untuk kasus yang complicated (rumit). Sedangkan Positivisme jangka waktunya lebih panjang, untuk kasus-kasus yang lebih jelas untuk dipecahkan. Selain itu, meskipun "Kalkulus Utilitas", Bentham menyatakan bahwa Pleasure lebih mudah diukur daripada Happiness, tetap saja sulit untuk diukur secara tepat.
Diskusi :
Apakah prinsip The greatest happiness of the greatest number merupakan prinsip yang terbaik, sedangkan ada pepatah yang mengatakan bahwa "Yang Terbanyak, Belum Tentu Yang Terbaik Bagi Semuanya" ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar